Skip to main content

Strategi Jitu Melewati Passing Grade tes SKD dan tips mengerjakan soal CPNS 2020




Tulisan ini akan sangat panjang, sebelum membacanya saya sarankan kamu menyeduh kopi 

Keinginan menjadi abdi negara sepertinya belum surut dari para pencari kerja di negara ini. Buktinya seleksi penerimaan tahun ini justru menarik minat lebih banyak orang lagi. Menurut info dari BKN, jumlah peserta yang mendaftar untuk seleksi CPNS pada tahun 2018 sebanyak 4,3 juta orang untuk memperebutkan 238.015 posisi di instansi pusat dan daerah. Untuk tahun ini sendiri, jumlah ini justru meningkat menjadi 5,5 juta orang pendaftar untuk memperebutkan 152.286 posisi. Jumlah posisi yang disediakan justru menjadi lebih sedikit tapi para peserta  yang ingin menjadi menjadi abdi negara ini justru lebih banyak. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai CPNS masih menjadi seleksi penerimaan kerja paling spektakuler dan paling diminati di negara ini.

Dengan peluang kerja yang sedikit tentu persaingan juga sangat pekat disini. Perbandingan kelulusan yang hanya 1:30 membuat banyak orang mengambil langkah-langkah ekstrim untuk lulus dari seleksi ketat ini. Masih segar dari ingatan tentang beberapa orang yang menyewa joki, menyuap orang dalam, bahkan ada yang membeli soal dan kunci jawaban. Tentu saja hal ini tidak akan dibiarkan oleh pemerintah dalam hal ini BKN dengan membuat seleksi menjadi lebih ketat termasuk dengan penjagaan dari kepolisian, pengumuman instan, dan live record.


Melihat betapa susahnya soal yang harus dihadapi maka para peserta harus belajar dengan sangat keras dan jujur untuk menghadapi persaingan itu. Tapi tentunya belajar saja tidak akan cukup untuk lulus karena kita juga membutuhkan strategi. Selayaknya perang, pengetahuan yang baik tentang musuh adalah senjata yang mematikan tapi strategi yang ampuh akan menentukan pemenangya.


Ada banyak strategi yang bisa digunakan untuk mengerjakan tes secara efektif dan jelas tapi sebelum kita mengerjakan tes tersebut terlebih dahulu kita harus mengerti kondisi dan soal yang akan kita hadapi.

Memahami soal tes SKD

Soal Seleksi Kompetensi dasar (SKD) akan dilangsungkan menggunakan Computer Assignment Test (CAT) adalah tes pertama yang harus kita hadapi untuk melakukan seleksi besar-besaran terhadap jumlah peserta yang ada. Hasil dari tes ini akan menurunkan jumlah peserta tes sampai ke tahap minimal atau memenuhi kebutuhan kuota yang diinginkan dari satu posisi. Sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 24 Tahun 2019, tiga tes akan diujikan dalam pelaksanaan SKD CPNS tahun 2019 ini. Tes tersebut adalah
Soal TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)
  • Jumlah : 30 Soal
  • Kisi-kisi : Pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan Bahasa Indonesia.
  • Sistem penilaian : Benar = 5 / Salah = 0
  • Passing Grade : 65/150
 Soal TIU (Tes Intelegensia Umum)
  • Jumlah : 35 Soal
  • Kisi-kisi : Tes TIU ditujukan untuk mlihat kemampuan siswa pada tiga sisi yaitu
    1. Kemampuan verbal yang meliputi analogi, silogisme, dan analitis.
    2. Kemampuan numerik berhubungan dengan berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita.
    3. Kemampuan figural mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua gambar, perbedaan beberapa gambar, dan pola hubungan dalam bentuk gambar.
  • Sistem Penilaian : Benar = 5 / Salah = 0
  • Passing Grade : 80/175
 Soal TKP (Tes karakteristik Pribadi)
  • Jumlah : 35 Soal
  • Kisi-kisi : Perilaku terkait pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, serta profesionalisme.
  • Sistem Penilaian : Max 5 – 1 Min
  • Passing Grade : 126/175

Strategi Pra-ujian

Persiapan



Untuk pra Ujian hal yang harus dilakukan tentunya adalah persiapan. Persiapan bisa bermacam-macam seperti
  1. Membeli buku-buku panduan tes CPNS
  2. Mengikuti Kursus
  3. Mengerjakan soal-soal tes online
  4. Mengikuti berita terbaru terkait Tes yang akan dilakukan
  5. Ikut bergabung dalam grup-grup pembahasan soal
  6. Aktif mencari informasi terkait jadwal dan syarat mengikuti ujian dari BKN
  7. Belajar menenangkan diri di kondisi terdesak


Belajar menjadi objek palling banyak disini karena tentunya kita disini butuh banyak ilmu agar bisa menjawab soal dengan mudah.

Menunggu Antrian Ujian


Sebelum ujian dimulai sangat disarankan untuk datang lebih awal dari waktu yang ditentukan. Dalam hal ini disarankan artinya diwajibkan. Jika kamu berada pada sesi ke-tiga yang mana tesnya dimulai setengah 12, kamu harus datang paling lama jam 9. Kenapa ? karena kamu butuh mengamati kondisi lapangan, kan tidak lucu kalau kamu datang tepat waktu dan tidak tahu dimana anggota sesimu dikumpulkan.

Ada ratusan orang yang akan tes bersamamu pada waktu yang sama, anggap saja salah satu sesi ada 500 orang yang melakukan tes bersamaan maka jika dalam satu hari ada 6 sesi saja maka ada 3000 orang yang harus diatur dan dikendalikan dalam sehari. Para panitia tes tidak akan repot-repot mencarimu jika kamu tidak ada. Jadi utamakan dirimu sendiri dan selalu perhatikan keadaan

Ada masa kosong untuk menunggu antara mendaftar dan mengikuti tes. Masa ini tergantung dari seberapa konsisten panitia dalam mengoptimalkan waktu tapi sesuai pengalaman saya sering sekali terjadi keterlambatan jadwal dari biasanya. Jadi bersiaplah untuk menunggu paling sedikit setengah jam dan paling lama sekitar 6 jam. Ya betul, 6 jam Maimunaaaah. Panitia pelaksana ujian hanyalah orang biasa yang tidak luput dari kesalahan, jikapun mereka tidak melakukan kesalahan maka akan mungkin terjadi kesalahan pada perangkat elektronik yang digunakan, baik itu komputer maupun jaringan internetnya. Ingat, kita tes menggunakan komputer yang terhubung langsung dengan internet. Sangat besar kemungkinan akan terjadi kesalahan pada saat digunakan apalagi dengan penggunaan besar seperti ruang dengan 500 peserta.

Saat menunggu ini biasanya kita dilarang membawa apa-apa kedalamnya termasuk buku panduan apalagi smartphone karena barang sudah dititipkan sebelum kita mengambil nomor token tes dari panitia. Jadi yang kamu bawa kedalam hanya Kartu Tes CPNS, Kartu Identitas dan pakaian yang melekat di badan. Jika kamu sudah berada dalam kondisi menunggu maka kamu sudah memiliki keterbatasan tapi tentunya ada beberapa taktik yang bisa dilakukan sebelum memasuki ruangan ini.
  1. Sebelum masuk ruang menunggu dan waktu ibadah sudah dimulai, utamakan ibadah.
  2. Ajak temanmu untuk menemani ketika tes. Orang ini akan banyak sekali membantu dalam menyiapkan hal-hal yang kemungkinan tidak bisa kamu jangkau karena status sebagai peserta seperti membeli makanan/minuman dan keluar masuk kawasan ujian. Dengan sedikit lobi kamu biasanya akan diizinkan membawa air minum kecil untuk menunggu sebelum memasuki ruang ujian. Kondisi ini biasanya terjadi jika ruang menunggu berada di outdoor (biasanya ruang luas dalam indoor akan digunakan sebagai tempat tes). Hal ini tidak dilihat sebagai pelanggaran karena sebelum memasuki ruang ujian masih akan ada pemeriksaan terhadap peserta.
  3. Jaga perut supaya tidak lapar dan dehidrasi. Pastikan kamu dalam kondisi prima sebelum memasuki ruang menunggu karena tidak ada yang tahu kapan waktu menunggu akan selesai.
  4. Karena diruang menunggu tidak banyak yang bisa dilakukan, lebih baik gunakan waktu itu untuk merenung, berdoa dan mengingat yang sudah kamu pelajari. Jangan sampai melamun untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
Strategi Ujian

Tibalah saat yang menentukan, ujian akan dilaksanakan. Sebelum memasuki ruang ujian kamu akan diperiksa kembali oleh panitia ujian, biasanya panitianya terdiri atas polisi dan tentara. Jangan tegang supaya kamu tidak dicurigai berbuat yang tidak-tidak karena memang tidak. Setelah itu kamu akan dibawa menuju ruang berisikan komputer untuk melakukan tes CPNS dengan menggunakan komputer atau disebut Computer Assignment Test (CAT).



Ketika sudah mendapatkan seperangkat Komputer/Laptop/Notebook didepan kamu, hal yang pertama kamu lakukan adalah mengecek laptop itu dengan menggerak-gerakan mouse atau touchpad yang disediakan untuk melihat kursornya, pastikan kursornya bergerak. Selanjutnya kamu harus memperhatikan kabel chargenya jika itu Laptop atau Notebook. Biasanya untuk melihat apakah chargernya berfungsi adalah dengan melihat ikon baterai di sudut kanan bawah, jika itu tidak tampak maka coba tekan tombol F11 atau F5 pada keyboard. Jika itu juga gagal maka kamu bisa mencoba menekan tombol WINDOWS + D. ingat ini hanya untuk mengecek apakah chargernya berfungsi setelah itu kembai ke halaman utama tes dengan memilih ikon aplikasi tesnya dibagian taskbar. Sekedar informasi, jangan mencoba membuka browser di komputer tes yang kamu gunakan karena itu tidak terhubung ke internet dan kamu kemungkinan akan didiskualifikasi jika diketahui oleh panitia.

Selanjutnya perhatikan kabel LAN yang tersambung ke komputer atau laptop. Kabel LAN ini biasanya berwarna putih atau abu-abu dan terhubung dengan komputer melalui plastik bening. Cukup dilihat saja apakah lampu yang ada disana berkedip. Jika iya berarti komputer kamu sudah terhubung kejaringan yang akan digunakan untuk melakukan tes. Perlu diperhatikan agar jangan sekali-kali menyentuh kabel ini saat ujian berlangsung. Jangan juga biarkan siapapun untuk menyentuh kabel itu termasuk orang yang berada didekatmu apalagi jika jarak antar peserta menjadi sangat padat. Jika kamu melakukan itu maka ada kemungkinan jaringanmu akan terputus ke server yang merekam jawaban dan memberi token kepada peserta ujian. Perlu diperhatikan juga bahwa auto record pada aplikasi ujian hanya berlangsung beberapa menit sekali jadi jika misalnya kamu kehilangan jaringan sebelum jawaban itu terekam kedalam komputer server maka kamu mengisinya dari kapan terakhir kali server menerima rekaman jawaban.

Menganalisis Soal Ujian

Kita anggap semua persiapan sudah selesai maka sekarang saatnya mengerjakan ujian. Seperti awal dari artikel ini ada strategi terbaik untuk menjawab soal dengan efektif. Ketika kamu bergabung kedalam tempat kursus misalnya pastia akan diberikan trik yang ampuh untuk mengerjakan soal supaya bisa menjawab dengan baik. Untuk strategi saya sendiri saya beri nama “Strategi waktu dan efisiensi”. Strategi ini mengutamakan penggunaan waktu secara efektif untuk semua soal. Jadi bagaimana cara yang baik itu biar saya jelaskan

  • Jumlah soal yang ada adalah 100 butir soal
  • Jumlah waktu yang diberikan adalah 90 menit.
  • Dengan melihat kondisi ini maka untuk mengerjakan semua soal kita hanya memiliki 54 detik/soal.



Jika diperhatikan secara detail, kita kemungkinan akan mendapatkan soal dengan waktu pengerjaan yang lebih lama dari 54 detik. Jika itu terjadi maka kita tidak akan sempat mengerjakan semua soal sesuai waktu yang telah disediakan, maka apa yang harus dilakukan?

Pertama kita akan membagi soal SKD menjadi tiga bagian. Yaitu TWK, TIU, dan TKP. Kemudian kita lihat berapa jumlah passing grade dari masing-masing soal tersebut dan membandingkannya dengan jumlah soal yang harus dkerjakan.
  1. TWK memiliki 30 butir soal dengan bobot 5 poin/soal. Tes  ini memiliki Passing Grade sebesar 65 poin. Jika passing grade ini kita akumulasikan kedalam jumlah soal yang harus dijawab dengan benar maka kita membutuhkan 65/5 = 13 butir soal.
  2. TIU memiliki 35 butir soal dengan bobot 5 poin/soal. Tes  ini memiliki Passing Grade sebesar 80 poin. Jika passing grade ini kita akumulasikan keddalam jumlah soal yang harus dijawab dengan benar maka kiat membutuhkan 85/5 = 16 butir soal
  3. TKP memiliki 35 butir soal dengan bobot 1-5 poin/soal. Tes ini memiliki Passing grade sebesar 126 poin. Tes ini tidak memiliki nilai minimal dalam pengerjaan butir soal.


Setelah membuat daftar diatas kita lalu mengatur prioritas dalam mengerjakan soal yang mana dulu. Saya akan menyerankan untuk mengerjakan soal TIU dulu. Kenapa? karena soal TIU memiliki soal yang lebih pendek dan jawaban yang lebih pasti kemudian beralih ke soal TWK dan terakhir mengerjakan soal TKP.

Mengerjakan soal TIU



Diantara 100 butir soal yang ada. Soal TIU dikerjakan pertama karena Cuma jenis soal ini yang memiliki keakuratan jawaban mencapai 100%. Hal ini juga perlu untuk menstimulus pikiran bahwa kita sudah memiliki dasar dengan memiliki jawaban yang benar sehingga akan lebih optimis untuk menjawab soal pada tes selanjutnya. Soal TIU kemungkinan akan berada di nomor 31-65, jadi yang harus kamu lakukan ketika soal tes mulai terbuka adalah langsung beralih ke nomor 36. Soal TIU hanya membutuhkan 16 butir soal yang dijawab dengan benar untuk bisa mencapai passing grade jadi untuk membuatnya lebih aman kita cukup menambahkan 2 butir soal saja jadi total soal yang harus kita jawab hanya sekitar 18 butir.

Buka soal satu persatu dan perhitungkan apakah kamu bisa menjawabnya dengan cepat. Carilah soal yang mudah seperti sinonim, antonim,deret, silogisme, bahasa inggris dan soal gambar. Jika menemukan soal dengan narasi yang panjang, rumus yang ribet dan kamu rasa akan membuang waktu banyak disitu maka langsung melangkah ke soal selanjutnya ya benar, dilangkahi saja. Kerjakan semua soal yang kamu anggap mudah sampai ke nomor soal 65.

Jika sudah selesai maka hitung berapa jumlah soal yang telah kamu jawab dengan benar. Jika jumlahnya telah sampai atau melewati  18 butir soal maka kita telah mencapai target. Tapi apabila belum maka buka kembali soal yang belum dijawab antara nomor 31-65. Perhatikan waktu yang ada, berikan waktu untuk mengerjakan soal TIU untuk 18 butir soal dalam 20 menit. Menit dalam tes akan berjalan mundur jadi kamu harus memperhatikan waktu yang tersisa. 90-20 menit = 70 menit. Artinya kamu harus beralih mengerjakan soal lain ketika waktu sudah menunjukkan 70 menit atau 1 jam 10 menit tersisa dengan syarat kamu telah mencapai target untuk soal TIU. Jika kamu telah mengerjakan 18 soal dan waktu yang kita tentukan untuk mengerjakan soal TIU masih ada, gunakan kesempatan ini untuk segera pindah ke jenis soal yang lain. Ingat jangan menceklis jawaban jika kamu tidak yakin itu 100% benar.

Mengerjakan soal TWK



Setelah mengerjakan soal TIU maka kita akan beralih ke soal TWK. Soal ini kemungkinan akan berada pada soal nomor 1 – 30.  Strategi yang kita gunakan untuk mengerjakan jenis soal ini sama saja dengan soal TIU. Kita akan mengalokasikan waktu 20 menit untuk menjawab 15 butir soal (PG + 2 butir soal) yang ada di TWK dengan benar. TWK kebanyakan berisi soal narasi dan beberapa diantaranya bahkan memiliki narasi yang sangat panjang. Ketika mengerjakan soal panjang seperti ini sebaiknya kita langkahi saja telebih dahulu dan carilah soal yang singkat dan mudah untuk dijawab.

Soal TWK biasanya memiliki soal berupa nasionalisme, hukum, undang-undang, sejarah dan segala hal tentang negara. Jika kamu sudah mempelajari hal ini maka kamu akan merasa senang ketika mendapatkan pertanyaan seperti “kapan konferensi meja bundar diadakan”, atau “siapa perwakilan Indonesia yang menandatangani perjanjian Renville” tentu hasil dari pertanyaan tersebut bisa dipastikan keakuratan jawabannya 100%. Ada juga soal tentang pancasila seperti “Kebebasan beragama terkandung dalam pancasila nomor berapa”. Keakuratan jawaban dari pertanyaan seperti ini berkisar 80%. Untuk soal lain seperti “Hukum yang mengatur tentang pegawai negeri sipil adalah” ini adalah jenis pertanyaan yang sukar-sukar gampang. Gampang bagi yang sudah mempelajarinya dan susah buat yang tidak. Untuk tahun lalu saya sendiri mendapatkan soal dengan bunyi “Tanggal berapa acara ASEAN games di Indonesia dimulai?”, hayo ada yang bisa jawab?

Untuk soal TWK yang harus kamu lakukan adalah mencari soal dengan tingkat keakuratan jawaban 80% keatas seperti soal sejarah, UU, dan panji negara. Dengan begini kamu bisa mengerjakan soal yang lain tanpa perlu lagi takut tidak mencapai Passing Grade. Ingat jangan menjawab jika kamu keyakinan kamu tidak 80-100% benar untuk jawaban itu, jika tidak yakin, langkahi saja.

Sama seperti ketika mengerjakan TIU kamu hanya wajib untuk menjawab sekitar 15 soal untuk melewati passing grade dan aman jika alokasi waktu yang tersisa masih ada banyak maka kita bisa segera beralih mengerjakan soal selanjutnya.

Mengerjakan soal TKP



Mengerjakan soal TKP agak berbeda dengan mengerjakan soal TIU dan TWK. Soal TKP memiliki penilaian poin yang berbeda yaitu setiap soal memiliki nilai poin dengan rentan antara 1-5. Tes ini juga merupakan jenis tes yang paling susah untuk diselesaikan ketimbang semua tes yang ada di SKD, sebelum itu mari kita analisis dulu bagaimana soal ini. Tes ini berada pada nomor 66-100 pada soal.

Tes ini memiliki jumlah soal sebanyak 35 butir. Jika semua jumlah soal ini kita jumlahkan dengan angka maksimal maka kita akan mendapatkan sebanyak 175 poin saja. Itu adalah nilai maksimal yang bisa kita dapatkan di TKP. Lalu sekarang coba bandingkan dengan jumlah Passing Grade yang diberikan yaitu 126. Jumlah yang sangat tipis dengan nilai maksimal. Jika untuk bisa melewati passing grade yang disediakan kamu harus menjawab minimal 26 soal berpoin 5 dengan benar dan baru bisa masuk zona nyaman.. eh aman.

Sekarang bayangkan kamu harus menjawab 26/35 soal dengan benar. Susah bukan. Lagipula tidak ada jaminan kalau semua jawaban yang kamu anggap benar bernilai 5 bukannya bernilai 1. Sebagai bayangan bagaimana contoh soalnya.
 “Di unit kerja saya telah terjadi pergantian pemimpin, sikap saya adalah…”
a.     Tidak peduli
b.     Berusaha mengenal dan memahami visi dan misi pimpinan baru
c.      Tidak berusaha mendekati pimpinan karena takut dicap sebagai penjilat
d.     Berusaha mengenal pribadi pimpinan baru
e.     Pergantian pimpinan itu sesuatu yang biasa 
Jawaban mana yang dianggap benar dan memiliki poin 5?, ya benar jawaban B, kenapa? Karena jawaban B lebih menitikberatkan pada kepentingan unit kerja baru kita dalam artian mengutamakan kepentingan organisasi. Terus kenapa jawabannya bukan D, bukankan pilihan jawabannya kurang lebih sama. Dua jawaban tersebut memang kurang lebih sama tapi jawaban D hanya memiliki poin 4. Jangan lupa bahwa kamu sedang berada pada tes CPNS jadi dalam soal ini yang ingin dilihat adalah kemampan adaptasimu dalam lingkup dunia kerja bukan keramahtamahan terhadap orang baru.

Setelah melihat jenis soal itu saya yakin kamu pasti mulai heran melihat pilihan jawabannya yang lain karena sekilas benar semua, ya itu dia seninya soal TKP, tidak ada pilihan jawaban yang salah, dan tugas kita adalah melihat kemungkinan mana jawaban yang paling benar diantar semua jawaban benar itu. Jadi apakah ada tips untuk melewati jenis soal seperti itu ? tentu saja ada maemunaaah.



Yang pertama karena kita akan menjawab soal yang sulit maka kita akan meluangkan waktu yang sangat banyak untuk menjawab semua soal ini. Kita akan memberikan waktu sebanyak 40 menit. Jika kamu seddang mengerjakan soal lain dan waktu mulai menipis diantara siswa waktu 40 menit, maka segeralah beralih dan kerjakan soal TKP. Hal ini karena dalam menjawab soal TKP kita tidak boleh melangkahi satu jenis soal pun dan tentu akan sangat menguras kemampuan membaca kita.

Tidak hanya soalnya yang kadang sampai 3 paragraf, pilihan jawabannya juga harus kita baca semua karena bahkan ketika kita mendapatkan jawaban yang benar bisa jadi dibagian selanjutnya ada jawaban yang lebih benar. Disinilah kecermatan kamu sebagai peserta tes diuji sampai pada tahap maksimal. Ingat jangan langkahi satu soal pun, kamu harus menjawab semua 35 soal secara berurutan. Jika kamu melangkahi satu soal saja maka kamu akan kehilangan waktu untuk membaca soal itu lagi ketika kamu memutuskan untuk menjawabnya. Disini bukan hanya soal saja yang jadi masalah kita tapi juga ada waktu yang sangat singkat.

Untuk tipe soalnya sendiri, ada rumusan yang cukup mudah dimengerti tentang cara menjawab soal TKP dilihat dari bentuk soalnya, dokumen untuk itu bisa kamu pelajari disini 


Setelah semua soal TKP terjawab maka saya anggap kamu masih punya waktu 10-20 menit tersisa. Waktu ini adalah waktu emas untuk menjawab soal-soal yang “belum terjawab” dan jawaban “ragu-ragu” di soal TIU dan TWK. Jawab semua soal sulit yang tersisa semampumu, ingat jawaban benar dari satu soal akan menentukan posisi namamu dalam papan perolehan skor.



Perlu saya ingatkan kembali bahwa ada dua hal yang harus kita lampaui dalam ujian CPNS yaitu Passing Grade dan para Pesaing. Jika kamu memiliki perolehan nilai akumulatif yang sama dengan orang lain dalam pilihan unit kerja yang sama, maka yang akan terpilih adalah dia yang melewati passing grade. Misalnya kamu dan pesaingmu memiliki nilai 270. Tapi kamu hanya memiliki nilai 125 pada tes jenis TKP, maka kamu akan tersingkir karena tidak mendapatkan nilai Passing Grade. Beda halnya ketika kamu sudah berhasil melewati passing grade untuk ketiga jenis tes maka yang tersisa kemudian adalah pertarungan nilai sesama yang lulus PG saja. Untuk pilihan unit kerja yang hanya membutuhkan satu posisi saja dan jumlah pesaingmu dalam pilihan itu ada puluhan maka hanya satu pilihan yang tersisa yaitu menjadi rangking 1 diantara semua yang mendaftar karena rangking selain itu pasti gugur. Maka dari itu, gunakan waktu yang tersisa setelah menyelesaikan soal TKP untuk menjawab soal sebaik mungkin karena hanya dari soal TIU dan TWK kamu bisa meningkatkan poin perolehan dengan cepat. Ingat jangan biarkan ada satupun soal yang tidak dikerjakan.

Sebagai penutup dari tulisan ini, jangan biarkan waktu yang menyelesaikan tes yang kamu kerjakan, kamu harus mengakhirinya sendiri dengan mengklik selesai tes pada layar komputer, ini untuk melihat hasil yang kamu peroleh dari tes yang barusan kamu kerjakan. Disana akan tampil nilai dari ketiga tes yang kamu kerjakan. Perhatikan dengan seksama nilai kamu ditiap tes lalu tulis perolehan nilainya di bagian belakang kartu tes yang kamu bawa masuk keruang ujian. Jika kamu melewati passing grade maka selamat, kamu telah berhasil menumbangkan banyak pesaing dan sekarang kamu harus keluar dan melihat semoga diantara banyak pesaingmu tidak ada yang memiliki nilai lebih tinggi dari kamu. Biasanya nilai dari orang yang melakukan tes akan ditampilkan secara langsung lewat monitor di ruangan panitia pendaftaran. Disana kamu bisa melihat nilai dari pesaing-pesaingmu yang tersisa. Apa yang menarik disini adalah hari kamu melakukan tes adalah hari dimana kamu tahu apakah kamu lulus atau tidak dalam persaingan yang diikuti 5,5 juta orang ini.

Kalau ada pertanyaan seputar metode ini boleh banget ditanyakan pada kolom komentar bawah

“SEMANGAT BERUSAHA, MAKE IT HAPPEN”



Comments