Skip to main content

Posts

Showing posts with the label budaya

Pesona Sebungkus Gigoso dari Desa Mallawa Barru

Sumber : Google Mudik lebaran, sebuah rutinitas yang hampir dilakukan semua orang saat hari raya menjelang. Tidak terkecuali kami, yang saat itu dalam perjalanan jauh untuk pulang kampung. Aku, rifai dan adi kawanku sedang dalam perjalanan jauh untuk kembali lebaran idul adha bersama keluarga. Jarak makassar ke kampung kami cukup jauh, sekitar 180 Km atau 4 jam perjalanan. Kami berangkat dari makassar menggunakan dua buah sepeda motor. Aku berboncengan dengan Rifai sedangkan Adi sendiri. Adi memimpin jalan di depan kami. Perjalanan kami sudah hampir mendekati perbatasan kota Pare-pare ketika Adi melambatkan motornya. kami mendekat dan dengan masih diatas motor adi bertanya sambil setengah berteriak kepada kami. “kau tidak lapar ?” Tanyanya “bah lapar, mau singgah dimana ?, ucapku

Nasu Palekko, Sensasi pedas dari Bumi Lasinrang

Kota Pinrang, sebuah wilayah yang terletak sekitar 185 KM di arah utara kota Makassar merupakan daerah yang sejak dulu terkenal akan potensinya yang luar biasa. Selain karena daerah pariwisata yang banyak, kawasan ini juga dikenal sebagai wilayah lumbung pangan di sulawesi selatan. Dengan kontur yang beragam di setiap daerah, kawasan ini menjadi wilayah yang serba ada ketika berbicara bahan makanan. Dari cabai keriting sampai kopi robusta, hampir semua komoditi yang ada di sulawesi dapat tumbuh dengan subur di tanah ini. Dengan sumber daya alam tersebut, masyarakat dapat membuat berbagai macam kuliner yang berbeda-beda. Salah satu diantara kuliner masyarakat Pinrang yang terkenal adalah “Nasu Palekko”. Jika berkunjung ke daerah Pinrang, luangkanlah waktu untuk singgah mencicipi sensasi pedas dari masakan andalan kota ini. Warung yang menyediakan kuliner ini dapat ditemukan dengan mudah di sepanjang jalan daerah. Dengan merogoh kocek sekitar Rp 20.000 anda sudah dapat menikmati s...

Pasar terong dan gadis pakarena

“Lombok” Teriakan seorang pedagang sayur menyambut kedatanganku di tempat ini bahkan sebelum kakiku turun dari sepeda motor. Di tempat yang tidak begitu jauh seorang juru parkir melambai-lambaikan tangannya seraya mengarahkan motorku kebawah sebuah pohon rindang dimana motor-motor lainnya telah tersusun secara rapi. “jammi kunci leher motorta, amanji”, katanya kemudian ketika aku berhenti tepat disampingnya. Masih diatas motor, segera kuambil smartphone di tasku dan mengirim pesan ke grup “Blogger Makassar”. “masih ada orang dipasar ? J “ tulisku. Sekedar basa-basi berharap mendapatkan teman untuk menelusuri tempat ini. Beberapa saat menunggu sepertinya tidak ada orang yang menanggapinya. “Ah sudahlah”, pikirku. “Aku akan jalan-jalan sendiri saja”. Dari awal tujuanku datang kesini adalah untuk mencari seorang gadis pakarena yang muncul dalam mimpiku. Terdengar agak bodoh memang untuk orang yang telah mulai menginjak usia...